INTEGRAL TAK TENTU


Posted by Eri Mardiani on December 14, 2008
Posted in Matematika Ekonomi | Tagged: Matematika Ekonomi | 3 Comments »
Posted by Eri Mardiani on October 10, 2008
PENERAPAN FUNGSI LINIER
Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah produk yang diminta oleh konsumen dengan variabel-variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu
Bentuk Umum : Q = a – bP
Hukum penawaran yaitu apabila harga naik jumlah yang ditawarkan akan bertambah dan apabila harga turun jumlah yang ditawarkan akan berkurang.
B. Fungsi penawaran
Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah produk yang ditawarkan oleh produsen dengan variabel-variabel lain yang mempengaruhinya pada suatu periode tertentu

Bentuk Umum : Q = a – bP
Hukum permintaan yaitu apabila harga naik jumlah yang diminta akan berkurang dan apabila harga turun jumlah yang diminta akan bertambah.
KESEIMBANGAN PASAR :
Pasar suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (equilibrium) apabila jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.
| P |
| Q |
| Pe |
| E |
| 0 |
| Qe |
| Qs |
| Qd |
Qd = jumlah permintaan
Qs = jumlah penawaran
E = titik keseimbangan
Pe= harga keseimbangan
Qe= jumlah keseimbangan
Kasus :
PENGARUH PAJAK PADA KESEIMBANGAN PASAR
Jika produk dikenakan pajak t per unit, maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut, baik harga maupun jumlah keseimbangan. Biasanya tanggungan pajak sebagan dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang
Fungsi permintaan : P = f(Q)
Fungsi penawaran sebelum kena pajak : P = F(Q)
Fungsi penawaran setelah pajak t per unit : Pt = F(Q) + t
Keseimbangan pasar setelah kena pajak diperoleh dengan memecahkan:
Permintaan : P = f(Q), Penawaran : Q = G(Pt – t)
PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR
Jika produk dikenakan subsidi s per unit, maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser
Fungsi permintaan : P = f(Q)
Fungsi penawaran setelah kena subsidi : P = F(Q) – s
Keseimbangan pasar setelah subsidi diperoleh dengan memecahkan :
P = f(Q) dan
P = F(Q) – s
FUNGSI BIAYA :
Biaya total (total cost) yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost).
FC = k ,VC = f(Q) = vQ ,C = g (Q) = FC + VC = k + vQ
| C |
| Q |
| 0 |
| k |
| C=K+Vq |
| Vc =Vq |
| FC =k |

FC = biaya tetap
VC= biaya variabel
VC = vQ
C = biaya total
k = konstanta
V = lereng kurva VC dan kurva C
Kasus :
Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ?
FUNGSI PENERIMAAN :
Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut.
R = Q x P = f (Q)
Kasus :
Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200,00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 350 unit ?
ANALISIS PULANG POKOK (BREAK EVEN) yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis jumlah minimum produk yang harus dihasilkan atau terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Keadaan pulang pokok (profit nol, p = 0 ) terjadi apabila R = C.
Kasus :
Posted in Matematika Ekonomi | Tagged: Matematika Ekonomi | 2 Comments »
Posted by Eri Mardiani on September 24, 2008
FUNGSI Fungsi adalah suatu hubungan dimana setiap elemen dari daerah asal (domain/pra peta) saling berhubungan dengan satu dan hanya satu elemen dari daerah hasil (codomain/peta)
fungsi
fungsi
Fungsi
Relasi
Fungsi mengharuskan adanya satu nilai Y yang unik untuk setiap nilai X, tetapi hal yang sebaliknya tidak diharuskan.
Dengan katalain, lebih dari satu nilai X dapat dihubungkan dengan nilai yang sama, tetapi sebaliknya beberapa nilai Y tidak dapat dihubungkan dengan nilai X yang
sama
Elemen yang dihubungkan oleh suatu fungsi
dibedakan menjadi variabel bebas dan terikat
Pada pernyataan fungsi : y = f(x)
Y → variabel terikat
X → variabel bebas
SISTEM KOORDINAT KARTESIUS
Garis lurus horisontal mewakili nilai-nilai domain dan disebut sumbu absis
Garis lurus vertikal mewakili nilai-nilai codomain dan disebut sumbu ordinat
FUNGSI DENGAN SATU VARIABEL BEBAS
Fungsi dengan satu variabel bebas berarti hanya ada satu jenis variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat
Fungsi polinomà fungsi aljabar
Fungsi eksponen dan fungsi logaritma à fungsi non aljabar
Contoh : fungsi polinom y = a0 + a1x + a2x2 + … + anxn
Y menyatakan variabel terikat
X menyatakan variabel bebas
A0,a1,a2,…,an menyatakan konstanta
an = 0 dan non negatif
Fungsi polinom in dapat terdiri;
Ø Fungsi konstanta
Ø Fungsi linier
Ø Fungsi kuadrat
Ø Fungsi pangkat tiga(kubik)
Ø Dst pada fungsi pangkat n(n=1,2,3)
FUNGSI DENGAN DUA ATAU LEBIH VARIABEL BEBAS
Fungsi dengan dua atau lebih variabel bebas adalah fungsi yang terdapat dua atau lebih jenis variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat (fungsi multivariat)
Contoh : y = f(X1,X2,… ,Xn)
Y menyatakan variabel terikat
Xi menyatakan variabel bebas (i = 1,2,…,n)
n bernilai dua atau lebih
Fungsi polinomial dengan dua atau lebih variabel bebas dapat berbentuk linier ataupun non linier terhadap masing-masing variabel bebas.
Misalnya suatu fungsi yang mempunyai bentuk: y = a1x1 + a2x2 + … + anxn
Adalah fungsi linier , karena setiap variabel pada masing-masing suku mempunyai pangkat satu. Sedangkan untuk fungsi non linier, misalnya fungsi kuadrat adalah fungsi yang mempunyai pangkat satu dan pangkat dua dari satu atau lebih variabel bebas, tetapi jumlah pangkat atau eksponen dari variabel bebas yang ada dalam setiap suku tunggal tidak lebih dari dua.
Aturan-aturan yang digunakan untuk menentukan tingkatan(degree) dari suatu fungsi polinomial dengan dua atau lebih variabel bebas adalah sebagai berikut:
1. Tingkat dari suatu suku adalah sama dengan jumlah dari pangkat atau eksponen pada variabel-variabel dalam suku itu.
2. Tingkat dari suatu polinomial adalah sama dengan tingkat suku itu dari tingkat paling tinggi dalam polinomial.
Contoh:
a. Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3
a: adalah konstanta
xi: adalah variabel bebas yang terpisah
karena masing-masing suku mempunyai pangkat satu, fungsi adalah linier dalam tiga variabel bebas x1, x2 dan x3
b. Y = a0 + a1x1 + a2x22 + a3x3+a4x43
Terdapat berbagai pangkat(degree) untuk setiap suku
Pangkat dari a1x1 dan a3x3 adalah 1
Pangkat dari a2x22 adalah 2
Pangkat dari a4x43 adalah 3
Oleh karena itu, menurut aturan kedua diatas, pangkat/tingkat polinomial adalah 3
BENTUK UMUM FUNGSI LINIER
Fungsi linier adalah fungsi paling sederhana karena mempunyai satu variabel bebas dan berpangkat satu pada variabel itu
Bentuk umum
y = a0 + a1x dengan a tidak sama dengan nol
a b. c. d.
Kemiringan Kemiringan Kemiringan Kemiringan
Positif Negatif nol tak tentu
a. Garisnya mempunyai kemiringan positif, karena menaik dari kiri bawah ke kanan atas,sehingga jika x menaik maka y menaik juga
b. Garis mempunyai kemiringan negarif, karena menurun dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga jika x menaik maka y akan menurun
c. Kemiringan garisnya nol,karena x bertambah, y tetap konstan
d. Kemiringan garis tak tentu, karena x konstan, Y tak tentu
MENENTUKAN PERSAMAAN GARIS
Ø Metode dua titik
suatu garis lurus dapat digambarkan dengan cara
menghubungkan dua titik pada bidang Cartesius XY
Persamaan garis dapat dicari dengan
Y – Y1 = Y2 – Y1
X – X1 X2 – X1
Contoh carilah persamaan garis yang melalui titik(3,2) dan(4,6)
Penyelesaian:
X1 = 3 , X2 = 4, Y1 = 2, dan Y2 = 6
Y – Y1 = Y2 – Y1
X – X1 X2 – X1
Y – 2 = 6 – 2
X – 3 4 – 3
Y – 2 = 6 – 2 (X – 3)
4 – 3
Y – 2 = 4(X – 3)
Y = 4X – 12 + 2
Y = 4X – 10
Persamaan garis Y=4X – 10 ini grafiknya
Y = 4X – 10
X=0 à Y= 4.0 – 10 = – 10
Y=0 à 0 = 4X – 10
10 = 4X
X = 2,5
Ø Metode satu titik dan satu kemiringan
Selain metode dua titik untuk menentukan garis lurus, ada metode lain, yaitu: metode satu titik dan satu kemiringan
Rumus dibawah ini untuk menentukan persamaan garis lurus bila diketahui satu titik dan satu kemiringan.
Persamaan garis dapat dicari dengan Y – Y1 = m (X – X1)
dengan m menyatakan kemiringan garis
Contoh carilah persamaan garis yang melalui titik(6,4) dan kemiringannya -2/3
Penyelesaian:
Diketahui(X,Y) = (6,4) dan m = – 2/3
Y – Y1 = m (X – X1)
Y – 4 = -2/3 (X – 6)
Y = -2/3 X + 4 + 4
Y = -2/3 X + 8
Persamaan garis Y =-2/3x +8 ini grafiknya
Y = -2/3 X + 8
X=0 à Y= -2/3.0 + 8 = 8
Y=0 à 0 = -2/3 X + 8
8 = 2/3 X
X = 12
HUBUNGAN DUA GARIS LURUS
Apabila dua garis yang empunyai kemiringan yang berbeda atau sama dan juga titik potong dengan sumbu Y berbeda atau sama, maka bila digambarkan dalam koordinat kartesius XY akan terdapat empat kemungkinan :
a1 # b1 a1 = b1 a1 = b1 a1 . b1 = -1
a0 # b0 a0 # b0 a0 = b0 a0 # b0
berpotongan sejajar berimpit tegak lurus
Contoh:
X+ 2Y- 3=0
3X -6Y + 18 =0
X + 2Y – 3 = 0
X=0 –> 2Y = 3
Y = 3/2
Y = 1.5
Y=0 –> X = 3
3X – 6Y + 18 = 0
X=0 –>-6Y + 18=0
18 = 6Y
Y = 3
Y=0 –> 3X + 18 = 0
3X = -18
X = -18/3
X = -6
Garis berpotongan
SISTEM PERSAMAAN LINIER
Sistem persamaan linier → himpunan yang terdiri dari persamaan – persamaan linier
PENYELESAIAN SISTEM PERSAMAAN LINIER
1. Metode eliminasi
Dilakukan dengan menghapus sementara salah satu variabel
Langkah-langkah penyelesaian:
a. Pilih satu variabel yang akan dieliminasi
b. Kalikan kedua persamaan dengan suatu nilai konstanta tertentu bila diperlukan sehingga koefisien pada variabel yang dipilih menjadi sama
c. Jika tanda pada kedua koefisien dari variabel yang dipilih sama, maka kedua persamaan dikurangkan, sedangkan jika berlainan kedua persamaan dijumlahkan
d. Carilah nilai dari variabel yang tersisa dan substitusikan ke dalam persamaan mula-mula untuk menentukan nilai dari variabel yang telah dipilih
2. Metode Substitusi
Dilakukan dengan mensubstitusikan satu variabel ke dalam varabel yang lain
Langkah-langkah penyelesaian:
a. Pilih satu variabel yang ada dalam persamaan, kemudian upayakan koefisien dari variabel tersebut menjadi 1
b. Bila persamaan pertama yang dipilih, maka substitusikan persamaan ke dalam persamaan kedua
c. Carilah nilai variabel yang tidak terpilih dengan aturan-aturan matematika
d. Substitusikan kembali nilai dari variabel yang diperoleh ke dalam persamaan mula-mula untuk memperoleh nilai variabel yang dipilih
Latihan Soal :
Selesaikan himpunan-himpunan persamaan linear berikut
1. -3×1 + 2×2 = 1
8×1 – 4×2 = 8
2. x1 + 4×2 – 2×3 = 3
3×1 + 2×2 + x3 = 10
2×1 + 3×2 + 2×3 = 14
3. x + y + 2z = 4
3x + 5y + z = 0
5x + 4y + 3z = 7
Posted in Matematika Ekonomi | Tagged: Matematika Ekonomi | 8 Comments »
Posted by Eri Mardiani on September 24, 2008
SIFAT-SIFAT MATEMATIKA EKONOMI
DAN MODEL EKONOMI
Simbol – simbol variabel dalam matematika ekonomi biasanya disesuaikan dengan nama variabel ekonominya, misal harga = P (price), biaya = C (cost), jumlah yang diminta = Q (quantity), dan lain-lain
Penggambaran dalam bidang Cartesius, variabel P pada sumbu vertikal walaupun P adalah variabel bebas.
Penyederhanaan hubungan antara variabel-variabel disebut dengan model ekonomi.
Model matematika dinyatakan dalam sekelompok tanda atau simbol yang terdiri atas kombinasi variabel, konstanta, koefisien dan atau parameter
Variabel ® sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah dalam suatu masalah tertentu
Konstanta ® suatu bilangan nyata tunggal yang nilainya tidak berubah dalam suatu masalah tertentu
Koefisien ® angka pengali konstan terhadap variabel
Parameter ® suatu nilai tertentu dalam suatu masalah tertentu dan mungkin akan menjadi nilai yang lain pada suatu masalah yang lain
PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN
Persamaan ® suatu pernyataan bahwa dua lambang adalah sama
Contoh : TC = 150 + Q
Pertidaksamaan ® suatu pernyataan yang menyatakan bahwa dua lambang adalah tidak sama
Contoh : R > C
SISTEM BILANGAN NYATA
Himpunan Bilangan Nyata terdiri dari bilangan rasional dan bilangan irasional
Bilangan rasional ® dapat dinyatakan sebagai perbandingan dua bilangan bulat, contoh : 2/3
Bilangan irrasional ® tidak dapat dinyatakan sebagai perbandingan dua bilangan bulat, contoh : √3
SKEMA BILANGAN NYATA
KONSEP HIMPUNAN
Himpunan → suatu kumpulan dari sejumlah obyek (elemen)
Cara menulis himpunan :
- Dengan mendaftar
Contoh : S = {1, 2, 3, 4}
- Dengan mendesripsikan
Contoh : B = { x | x bilangan bulat positif }
Anggota dalam suatu himpunan dinyatakan dengan simbol ε
Contoh : 1 ε S
HUBUNGAN ANTARA HIMPUNAN
Dua himpunan adalah sama jika setiap elemen dari dua himpunan sama
Contoh : A = {3,5,6,4}, B = { 6,5,4,3}, maka A = B
Himpunan ( B adalah himpunan bagian A jika dan hanya jika setiap elemen B juga merupakan elemen A
Contoh : A = {1,2,3,4,5} dan B = {3,4,5}, maka B A
HIMPUNAN KHUSUS
Himpunan Semesta (universal) ® himpunan yang berisikan semua elemen yang sesuai untuk masalah tertentu.
Komplemen ® suatu himpunan dari seluruh elemen dalam himpunan semesta yang bukan elemen dari suatu himpunan tertentu yang sudah didefinisikan
Himpunan null (kosong) ® himpunan yang tidak mempunyai anggota
OPERASI HIMPUNAN : GABUNGAN (UNION), IRISAN (INTERSECTION), KOMPLEMEN (COMPLEMENT)
KAIDAH PEMANGKATAN
Notasi : Xa berarti bahwa x harus dikalikan dengan x itu sendiri secara berturut-turut sebanyak a kali.
Kaidah Pemangkatan Bilangan :
1. X0 = 1 (X ¹ 0) contoh : 30 = 1
2. X1 = X contoh : 31 = 1
3. 0x = 0 contoh : 02 = 0
4. X-a = 1/ Xa contoh : 3-2= 1/32
5. Xa/b = bÖ Xa contoh : 41/3= 3Ö 41
6. (X/Y)a = Xa / Ya contoh : (3/5)2 = 32/52
7. (Xa)b = Xab contoh : (22)2= 24
8. Xa = X c, maka c = a
9. Xa . Xb = Xa+b contoh : 34.32 = 34+2
10. Xa . Ya = (XY)a contoh : (3.4)2 = 32.42
11. Xa : Xb = X a – b contoh : 45/44 = 45-1
12. Xa : Ya = (X/Y) a contoh : 34/44 = (3/4)4
KAIDAH PEMFAKTORAN
Faktor adalah satu diantara pengali-pengali yang terpisah dalam suatu hasil kali
Contoh : ab + bc dapat difaktorkan menjadi a(b + c)
: y = 8×2 + 26x + 15 dapat difaktorkan menjadi
y = (4x +3) (2x + 5)
LATIHAN SOAL
1. Jika U = {1,2,3,4,5,67,9} mempunyai himpunan bagian A = {1,3,5,7,9}, B = {2,4,5,6,8}, dan C = {3,6,7,9}
Tentukan elemen dari himpunan berikut :
a) A’ c) B Ç C
b) B È C d) (A È B È C)’
2. Bentuk sederhana pernyataan berikut adalah :
a) (82)2/3 c) (5)0(9)1/2
b) 6(25)3/2 d) (9)3/2(3)-2
3. Carilah faktor untuk dari pernyataan berikut :
a) X3 – 27 c) X3 = 8
b) X3 + 8000 d) X3 = 16X4 – 49
Posted in Matematika Ekonomi | Tagged: Matematika Ekonomi | 11 Comments »